Ada titik ketika kita tidak lagi ingin tinggal terlalu lama di cerita yang sama. Bukan karena cerita itu tidak pernah berarti, tetapi karena hidup tidak bisa terus-menerus berputar di satu rasa.
Setelah semua yang terjadi, setelah banyak pikiran, setelah rasa yang harus diberi batas, dan setelah pelan-pelan mengingat nilai diri sendiri, ada fase yang lebih tenang: memilih diri sendiri.
Dari ruang seperti itulah Goddess lahir.
Bagian dari Midnight Memories Collection, Goddess adalah aroma tentang perempuan yang kembali berdiri dengan lebih sadar. Bukan untuk terlihat sempurna. Bukan untuk merasa lebih tinggi dari siapa pun. Tetapi untuk mengingat bahwa dirinya tetap punya cahaya, bahkan setelah melewati cerita yang tidak selalu mudah dijelaskan.
Bukan Tentang Sempurna
Nama Goddess terdengar kuat, tetapi dalam KIMTZU, ia tidak dimaknai secara berlebihan. Goddess bukan tentang menjadi sosok yang selalu indah, selalu yakin, atau selalu tidak tersentuh.
Goddess adalah simbol dari perempuan yang mulai melihat dirinya dengan lebih utuh. Ada sisi lembut, ada sisi kuat, ada bagian yang pernah ragu, ada bagian yang perlahan kembali percaya.
Ia bukan tentang kesempurnaan. Ia tentang kesadaran bahwa kita tidak harus terus mengecilkan diri hanya karena sebuah cerita pernah membuat kita kehilangan arah.
Manis, Creamy, dan Gourmand
Goddess memiliki karakter aroma yang manis, creamy, dan gourmand. Aromanya terasa feminin, tetapi tidak dibawa dengan cara yang terlalu ringan. Ada kesan buah manis di awal yang memberi rasa cerah, lalu perlahan bergerak ke arah creamy yang lebih lembut.
Setelah beberapa waktu, Goddess mulai menunjukkan sisi dessert-like yang hangat. Ada nuansa manis yang terasa seperti vanilla cake atau white chocolate yang lembut, berpadu dengan sisi floral yang membuat aromanya tetap feminin.
Di akhir, aromanya menjadi lebih dekat di kulit. Sisa manisnya tetap terasa, tetapi lebih halus, dibantu oleh kesan musky dan woody yang memberi dasar lebih tenang.
Untuk penyuka aroma sweet creamy gourmand, Goddess bisa terasa nyaman dan feminin. Namun untuk yang lebih terbiasa dengan aroma clean, fresh, atau citrus yang ringan, Goddess mungkin terasa cukup manis.
Feminin, Lembut, tapi Tetap Punya Karakter
Goddess bukan aroma yang terlalu gelap, tetapi juga bukan aroma yang sangat tipis. Ia punya karakter manis yang cukup jelas, dengan sisi creamy yang membuatnya terasa lebih lembut dan rounded.
Aroma seperti ini cocok untuk seseorang yang menyukai parfum feminin, manis, dan sedikit gourmand. Bisa dipakai untuk aktivitas kasual, waktu santai, atau momen ketika seseorang ingin membawa aroma yang terasa lembut, hangat, dan lebih percaya diri.
Bukan berarti Goddess hanya untuk satu jenis momen. Pada akhirnya, parfum selalu kembali pada selera dan cara seseorang membawanya. Namun karakter Goddess memang lebih cocok untuk mereka yang menyukai aroma manis yang creamy dan cukup terasa.
Setelah Cerita Lama, Ada Diri yang Baru Dipilih
Dalam alur Midnight Memories Collection, Goddess hadir setelah Amberlyn. Jika Amberlyn adalah fase ketika seseorang mulai mengingat nilai dirinya, Goddess adalah fase setelahnya: ketika seseorang mulai memilih dirinya dengan lebih sadar.
Ada cerita yang tidak perlu dibenci untuk bisa dilepaskan. Ada masa lalu yang tidak harus dihapus agar kita bisa melanjutkan hidup. Ada bagian dari diri yang pernah terbawa oleh momen, lalu akhirnya belajar kembali berdiri dengan lebih tenang.
Goddess membawa rasa itu. Bukan sebagai pernyataan yang keras, tetapi sebagai pengingat lembut bahwa kita tidak harus stuck di tempat yang sama.
Mengapa Goddess Punya Tempat Tersendiri
Sebagai penutup dalam Midnight Memories Collection, Goddess membawa rasa yang lebih utuh. Ia tidak datang sebagai akhir yang dramatis. Ia hadir sebagai akhir yang lebih tenang: setelah semua rasa, semua pertanyaan, semua batas, dan semua kesadaran, seseorang akhirnya kembali pada dirinya sendiri.
Karakter aromanya mendukung cerita itu. Manis, creamy, gourmand, feminin, dan cukup hangat. Ia berbeda dari Limerence yang fresh, Amberlyn yang woody, atau Hangover yang bold. Goddess punya kelembutan yang lebih manis dan lebih self-assured.
KIMTZU tidak selalu membedah setiap lapisan aroma secara teknis. Untuk Goddess, yang ingin dibawa adalah pengalaman: bagaimana aroma manis, creamy, sedikit floral, dan hangat bisa menggambarkan perempuan yang tidak lagi ingin tinggal dalam cerita lama.
Pertanyaan Seputar Goddess by KIMTZU
Seperti apa karakter aroma Goddess?
Goddess memiliki karakter manis, creamy, gourmand, dan feminin. Aromanya terasa seperti perpaduan buah manis, sisi dessert-like yang lembut, floral yang halus, dan dry down yang lebih musky-woody.
Apakah Goddess aromanya sangat manis?
Goddess memiliki sisi manis yang cukup terasa. Untuk penyuka sweet creamy gourmand, aromanya bisa terasa nyaman. Untuk yang lebih suka aroma fresh atau clean, Goddess mungkin terasa lebih sweet.
Goddess cocok dipakai kapan?
Goddess bisa dipakai untuk aktivitas kasual, waktu santai, atau momen ketika seseorang ingin memakai aroma yang feminin, creamy, dan manis.
Untuk siapa Goddess cocok?
Goddess cocok untuk seseorang yang menyukai parfum manis, creamy, gourmand, feminin, dan cukup terasa di kulit.
Memilih Diri Sendiri
Ada saat ketika kita tidak perlu lagi terus menjelaskan apa yang pernah terjadi. Tidak perlu terus kembali ke rasa yang sama. Tidak perlu membuktikan bahwa kita sudah berubah.
Cukup dengan pelan-pelan memilih diri sendiri.
Goddess adalah aroma untuk fase itu.
Untuk perempuan yang tidak lagi ingin tertahan di cerita lama. Untuk diri yang kembali berdiri dengan lebih sadar. Untuk rasa percaya diri yang tidak harus keras, tetapi tetap terasa.
Tidak semua cerita perlu dibawa selamanya.
Beberapa cukup menjadi bagian dari perjalanan.
Lalu setelahnya, kita kembali pulang kepada diri sendiri.
Sebagai aroma.
Sebagai rasa.
Sebagai bagian dari cerita yang kita bawa.
KIMTZU
Inspired by the stories we carry through life.


๐๐๐